Bisnis sepatu kulit Bandung kini menunjukkan perkembangan yang pesat di tengah gempuran produk luar negeri. Salah satu cerita sukses paling inspiratif datang dari sosok pengusaha muda yang memulai usahanya dari nol sebagai reseller sepatu, hingga akhirnya memiliki brand sepatu sendiri dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan. Perjalanan transformasi dari reseller menjadi pemilik home industry sepatu kulit ini menjadi contoh nyata bahwa kreativitas, konsistensi, dan kecermatan membaca tren pasar bisa membawa bisnis lokal Indonesia melesat jauh.
Awal Mula: Dari Reseller Sepatu ke Wirausaha Sepatu Kulit
Memulai Karier Usaha dengan Modal Nol
Perjalanan bisnis ini dimulai ketika Muhammad Yuqa Reynaldo — panggilan Yuqa — masih berstatus sebagai reseller sepatu bersama sahabatnya Ivan. Pada awalnya, ia menjual produk sepatu melalui platform pesan singkat BBM (Blackberry Messenger) dengan sistem sederhana: mengambil barang dari teman dan mempostingnya kepada jaringan kontaknya. Ia tidak membutuhkan modal besar, hanya tekad dan strategi pemasaran yang tepat untuk mulai menjual.
Merintis sebagai reseller, Yuqa sukses memperoleh omzet sekitar Rp 3,5 juta per bulan dari kegiatan jual-beli sepatu tersebut. Walaupun masih kecil, penghasilan itu membuka mata Yuqa bahwa bisnis sepatu memiliki potensi besar jika dijalankan dengan serius dan berkelanjutan.
Berani Beralih ke Produk Sendiri
Setelah merasakan hasil sebagai reseller, pada November 2012 Yuqa memutuskan fokus pada usaha sepatu sendiri. Ia tidak lagi menjadi perantara tetapi langsung mengambil produk dari pabrik sepatu untuk dijual kembali. Langkah ini membuka peluang untuk membangun merek sendiri.
Dengan modal awal sekitar Rp 20 juta, Yuqa mulai menciptakan beberapa model sepatu kulit di bawah brand yang ia beri nama Kenzios. Karena keterbatasan modal, ia memilih memproduksi dalam jumlah kecil tetapi dengan variasi model yang cukup — misalnya memiliki 7 model berbeda dengan jumlah stok yang terbatas. Strategi ini membantu mengurangi resiko stok yang tidak terjual sekaligus memberikan pilihan produk yang menarik bagi pelanggan.
Membangun Brand Kenzios: Transformasi & Tantangan Produksi
Mengelola Produksi dan Bahan Baku Lokal
Setelah mengembangkan brand sendiri, Yuqa mulai fokus pada proses produksi sepatu secara langsung. Ia membangun home industry sepatu di Bandung dengan mempekerjakan para tenaga kerja untuk menjahit, memotong bahan, serta merakit sepatu. Yang menarik, semua bahan baku sepatu seperti kulit, sol, dan lem sebagian besar berasal dari dalam negeri, sehingga membantu perputaran ekonomi lokal dan mengurangi biaya impor.
Selain itu, untuk mendukung proses desain, Yuqa memanfaatkan jasa freelance designer agar setiap model sepatu memiliki corak yang menarik sekaligus sesuai dengan tren pasar. Keahlian tenaga kerja yang terus diasah membuat produksi Kenzios semakin terstandarisasi dan berkualitas.
Kunjungi Juga : Produksi Sepatu Bandung
Fokus pada Kualitas Produk
Salah satu kunci keberhasilan Kenzios adalah penekanan pada kualitas produk. Yuqa tidak sekadar memproduksi sepatu kulit biasa, tetapi menempatkan kualitas sebagai prioritas utama — mulai dari pemilihan kulit yang berkualitas hingga finishing sepatu yang rapi. Strategi ini sejalan dengan tren konsumen Indonesia saat ini yang mulai lebih menghargai produk lokal berkualitas tinggi, terutama di segmen fashion seperti sepatu kulit Bandung.
Dengan kualitas yang kuat, Kenzios tidak hanya menarik pelanggan lokal tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan reseller di berbagai daerah. Sampai saat ini, lebih dari 200 reseller tersebar di seluruh Indonesia menjual produk Kenzios, menunjukkan bahwa permintaan terhadap sepatu kulit lokal terus meningkat.
Omzet Ratusan Juta: Strategi Pemasaran dan Penjualan
Pemanfaatan Media Sosial dan Pemasaran Digital
Yuqa tidak membangun toko offline untuk menjual produknya. Sebaliknya, ia memanfaatkan platform digital seperti Instagram untuk mempromosikan produk secara intensif. Penggunaan media sosial memungkinkan Kenzios menampilkan berbagai model sepatu, berinteraksi langsung dengan calon pembeli, serta menjaring pelanggan loyal tanpa biaya operasional toko fisik yang tinggi.
Strategi pemasaran digital ini menjadi sangat penting terutama di masa pandemi COVID-19, ketika banyak konsumen lebih memilih belanja daring ketimbang datang langsung ke toko. Pendekatan ini juga membantu Kenzios mempertahankan eksistensinya di tengah kondisi bisnis yang penuh tantangan.
Peningkatan Omzet ke Angka Ratusan Juta
Berbekal strategi yang matang serta kualitas produk yang terjaga, Kenzios berhasil meraih omzet sekitar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta per bulan. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan pesat dari awalnya hanya Rp 3,5 juta. Keberhasilan ini membuat Kenzios kini dikenal sebagai salah satu brand sepatu kulit Bandung yang beromzet kuat dan dicari banyak pelanggan.
Tantangan dan Peluang Bisnis Sepatu Kulit Lokal
Dampak Pandemi dan Tantangan Pasar
Seperti banyak pelaku industri lainnya, bisnis sepatu kulit juga merasakan dampak pandemi. Yuqa mengakui bahwa penjualan sempat menurun drastis ketika pandemi dimulai, terutama di awal periode PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), hingga omzet turun 50–70 persen dibanding periode normal.
Namun, keteguhan beliau dalam mempertahankan tim produksi dan melakukan perbaikan manajemen internal selama masa itu membantu Kenzios tidak melakukan PHK dan tetap bertahan hingga akhirnya permintaan kembali meningkat.
Peluang Ekspansi dan Pasar Baru
Ke depan, Yuqa berharap produknya tidak hanya dikenal luas di Indonesia tetapi juga mampu menembus pasar internasional. Banyak brand sepatu lokal Bandung lainnya sudah mulai menjalankan ekspor atau menjual produk mereka di luar negeri melalui platform digital global. Hal ini menunjukkan bahwa sepatu kulit Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang secara regional maupun global.
Pengusaha juga terus menyesuaikan desain dengan tren fashion terbaru serta memperkuat pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk generasi milenial yang semakin gemar menggunakan produk lokal berkualitas.
Pelajaran dari Perjalanan Usaha Sepatu Kulit Bandung
Kunci Sukses Bisnis Sepatu Lokal
Dari kisah perjalanan ini, beberapa pelajaran penting bisa diambil oleh calon wirausaha lainnya:
- Mulai dari kecil tak masalah — bahkan reseller pun bisa menjadi produsen sukses.
- Kualitas produk adalah fondasi utama untuk memenangkan persaingan pasar.
- Pemasaran digital efektif dalam menjangkau pelanggan tanpa biaya toko fisik.
- Kelola stok dan model dengan bijak agar modal bisa berkembang secara bertahap.
Inspirasi untuk Pelaku UMKM
Kisah pengusaha sepatu kulit Bandung ini menjadi inspirasi bagi banyak pelaku UMKM lain di Indonesia. Dengan modal semangat, kemauan belajar, serta strategi pemasaran yang tepat, usaha kecil bisa berkembang menjadi bisnis dengan omset besar dan dampak ekonomi yang luas.
Kunjungi Juga : Pabrik Sepatu Bandung
Kesimpulan
Perjalanan Yuqa dari reseller sepatu hingga menjadi pemilik brand sepatu kulit Bandung yang beromzet ratusan juta merupakan kisah inspiratif tentang ketangguhan, strategi bisnis, dan kreativitas dalam entrepreneurship. Fokus terhadap kualitas produk, pemanfaatan media digital untuk pemasaran, serta konsistensi dalam mengembangkan brand menjadi kunci utama kesuksesan Kenzios. Kisah ini tidak hanya relevan untuk pelaku industri fashion, tetapi juga memberi motivasi bagi setiap wirausahawan lokal yang ingin menembus pasar luas dengan produk berkualitas tinggi.

