GEOTEKNIK TERAPAN UNTUK PERENCANAAN LERENG DAN ANTISIPASI BAHAYA KELONGSORAN LERENG

Silabus Training :

GEOTEKNIK TERAPAN UNTUK PERENCANAAN LERENG DAN

ANTISIPASI BAHAYA KELONGSORAN LERENG

 

INTRODUCTION :

Salah satu potensi bahaya yang umum dan sering dihadapi pada tambang batubara terbuka adalah bahaya kelongsoran lereng, baik dalam skala lokal (single bench, double bench), atau dalam ukuran yang lebih besar, bahkan dalam skala keseluruhan (overall). Penerapan ilmu geoteknik secara intensif pada tambang-tambang batubara terbuka di Indonesia relatif masih baru. Banyak tambang-tambang batubara sebelumnya, khususnya tambang-tambang skala menengah dieksploitasi tanpa dukungan desain atas rekomendasi hasil studi geoteknik yang cermat. Bahkan, ada Insinyur teknik tambang yang mengatakan, bahwa untuk membuka tambang batubara tidak perlu ada studi geoteknik dan hidrologi.

Namun sekarang, dengan adanya beberapa tambang yang mengalami kasus-kasus kelongsoran lereng bukaan tambang, mereka para manager dan insinyur tambang telah menyadari akan pentingnya ilmu geoteknik, baik sejak tahap mendesain bukaan tambang maupun dalam waktu operasional penambangan. Desain kemiringan lereng suatu bukaan tambang secara langsung berpengaruh terhadap keekonomian proyek penambangan tersebut, dalam konteks penentuan stripping ratio (SR), yang akan menentukan cadangan tertambang (mineable reserve).

Oleh karena itu, desain lereng bukaan tambang sedapat mungkin harus dibuat dengan kemiringan lereng securam mungkin, namun harus cukup stabil, dan tidak membiarkan orang (pekerja), kegiatan produksi, dan alat-alat dihadapkan pada tingkat risiko bahaya yang tidak terkontrol. Filosofi dalam mendesain lereng bukaan tambang batubara adalah harus mendapatkan desain lereng bukaan tambang yang optimal, dalam arti cukup stabil, dan masih menguntungkan secara ekonomi (SF, SR, mineable reserves), serta mampu mengontrol risiko instabilitas lereng pada level terendah yang mungkin dapat dicapai untuk meminimalkan potensi kerugian terhadap keselamatan pekerja, kegiatan produksi, dan aset/peralatan.

Untuk menjaga kondisi stabilitas lereng bukaan tambang sepanjang masa operasi penambangan, dan pada level risiko yang terkontrol, maka perlu ada suatu “sistem pengendalian stabilitas lereng” yang komprehensif sejak proses desain sampai implementasi/operasi penambangan, termasuk sistem pemantauan dan evaluasi, untuk mendukung upaya perbaikan secara berkesinambungan. Agar supaya sistem dapat berjalan dengan baik, dan tambang dapat beroperasi dengan aman, efektif sesuai desain, khususnya untuk tambang batubara terbuka, maka para pelaksana kunci dari pengelolaan suatu tambang, mulai dari Kepala Teknik, Manager Tambang, Perencana Tambang, dan Pengawas Operasi Tambang, termasuk Pengawas dari Dinas Pertambangan daerah, sebaiknya perlu mempunyai wawasan pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang masalah-masalah geoteknik tambang khususnya masalah stabilitas atau instabilitas lereng bukaan tambang termasuk sistem pengendaliannya.

 

TRAINING OBJECTIVE :

Memberikan wawasan pengetahuan dan pemahaman dasar tentang geoteknik tambang khususnya yang berkaitan dengan stabilitas lereng bukaan tambang batubara, serta penerapannya dalam mengawal operasional penambangan terutama bagi para perencana, engineers, dan pengawas tambang.

 

TRAINING MATERIAL OUTLINE :

 

  1. Pengantar Geoteknik Tambang, yang akan mencakup;
  2. Latar belakang pentingnya ilmu geoteknik tambang.
  3. Pengertian dan istilah dalam geoteknik tambang.
  4. Masalah geoteknik pada tambang terbuka batubara.
  5. Teori stabilitas lereng;

– Definisi dan istilah,

– Mengapa lereng bisa longsor ?

– Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap stabilitas lereng.

 

  1. Wawasan “Sistem Pengendalian Stabilitas Lereng” pada Tambang Terbuka Batubara, yang mencakup keterkaitan antara; sumber data geoteknik, sektor desain dan input kriteria, desain lereng bukaan tambang (Pit layout), pemodelan lereng dan mineable reserves, analisis stabilitas lereng, evaluasi berdasarkan kriteria desain (SF,SR,Coal-Reserves,fase), rekomendasi desain, implementasi penambangan, dan sistem pemantauan.

 

  1. Penyelidikan Geoteknik, yang membahas tentang data geoteknik apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya, meliputi;
  2. Parameter data geoteknik yang dibutuhkan,
  3. Pengeboran geoteknik,
  4. Pemetaan geoteknik permukaan
  5. Prosedur Detil Deskripsi Inti Bor dan Pemetaan Permukaan

 

  1. Pengetahuan Uji Laboratorium Geoteknik, meliputi antara lain;
  2. Sifat fisik dasar batuan, antara lain; density, SG, porosity, kadar air,
  3. Sifat mekanik, mencakup antara lain; kuat tekan, kuat tarik, kuat geser langsung, Point Load test, ultrasonic test.

 

  1. Pengolahan Data Geoteknik, membahas ;
  2. Resume dan kompilasi data geoteknik (Lab. Test dan lapangan)
  3. Karakterisasi massa batuan lereng bukaan tambang
  4. Data base geoteknik.

 

  1. Penentuan Parameter Geoteknik Material “Waste”

 

  1. Pemodelan dan Analisis Stabilitas Lereng, yang membahas;
  2. Pemodelan lereng
  3. Jenis-jenis potensi longsoran pada tambang terbuka
  4. Metode analisis stabilitas lereng
  5. Cara menggambar dan membaca data struktur diskontinuitas;

(strike, DIP, DD, Pole, Great circle, critical area pada Wedge analysis).

  1. Analisis pengaruh struktur diskontinuitas terhadap stabilitas lereng.
  2. Konsep analisis balik stabilitas lereng (metode LEM, FEM).

 

  1. Desain lereng bukaan tambang dan “waste dump”
  2. Prinsip dasar dalam mendesain lereng bukaan tambang b. Prinsip dasar dalam mendesain “waste dump”.

 

  1. Sistem Pemantauan Lereng (Slope Monitoring system), membahas hal-hal;
  2. Lingkup pemantauan (pergerakan, level air, getaran dan rock strength)
  3. Prinsip monitoring instabilitas lereng adalah memantau pergerakan.

 

  1. Kategori level pemantauan (Level I, II dan III).
  2. Inspeksi Visual.
  3. Pemantauan level air tanah pada lereng.
  4. Pemantauan getaran efek dari peledakan tambang.

 

VENUE : Yogyakarta (Ibis Styles Hotel/ Ibis Malioboro Hotel/ Jambuluwuk Hotel/ Cavinton Hotel/ Grand Zuri Hotel, dll)

 

TRAINING DURATION :  4 days

 

TRAINING TIME :

Januari 2026Februari 2026Maret 2026April 2026
5 - 8 Januari 20262 - 5 Februari 20262 - 5 Maret 20266 - 9 April 2026
12 - 15 Januari 20269 - 12 Februari 20269 - 12 Maret 202613 - 16 April 2026
19 - 22 Januari 202618 - 21 Februari 202625 - 28 Maret 202620 - 23 April 2026
26 - 29 Januari 202623 - 26 Februari 202630 Mar – 2 Apr 202627 - 30 April 2026
    
Mei 2026Juni 2026Juli 2026Agustus 2026
4 - 7 Mei 20262 - 5 Juni 20261 - 4 Juli 20263 - 6 Agustus 2026
11 - 14 Mei 20268 - 11 Juni 20266 - 9 Juli 202610 - 13 Agustus 2026
18 - 21 Mei 202617 - 20 Juni 202613 - 16 Juli 202619 - 22 Agustus 2026
 22 - 25 Juni 202620 - 23 Juli 202626 - 29 Agustus 2026
  27 - 30 Juli 2026 
    
September 2026Oktober 2026November 2026Desember 2026
1 - 4 September 20265 - 8 Oktober 20262 - 5 November 20261 - 4 Desember 2026
7 - 10 September 202612 - 15 Oktober 20269 - 12 November 20267 - 10 Desember 2026
14 - 17 September 202619 - 22 Oktober 202616 - 19 November 202614 - 17 Desember 2026
21 - 24 September 202626 - 29 Oktober 202623 - 26 November 202621 - 24 Desember 2026
28 Sept – 1 Okt 2026  28 - 31 Desember 2026

INVESTATION PRICE/PERSON :

  1. Rp. 8.500.000/person (full fare) or
  2. Rp. 8.250.000/person (early bird, payment 1 week before training) or
  3. Rp. 7.950.000/person (if there are 3 persons or more from the same company)

 

FACILITIES FOR PARTICIPANTS :

  1. Training Module
  2. Certificate
  3. Stationeries: NoteBook and Ballpoint
  4. T-Shirt
  5. Goody Bag
  6. Training Photo
  7. Training room with Full AC facilities and multimedia
  8. Lunch and twice coffeebreak every day of training
  9. Qualified Instructor