Training Authorised Gas Testing adalah pelatihan yang membahas pengetahuan dan praktik dasar pengujian gas di tempat kerja. Peserta mempelajari cara melakukan pemeriksaan terhadap kadar oksigen, gas beracun, dan gas mudah terbakar menggunakan peralatan portable gas detector. Pengetahuan tersebut dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan yang aman, khususnya di area industri dengan potensi bahaya gas.
Gas yang tidak terdeteksi dapat menimbulkan risiko serius. Atmosfer dengan kadar oksigen rendah, keberadaan gas beracun, atau konsentrasi gas mudah terbakar perlu diketahui sebelum pekerjaan dimulai. Karena itu, kemampuan melakukan gas testing harus didukung pemahaman mengenai karakteristik gas dan prosedur pemeriksaannya.
Apa yang Dipelajari dalam Training Authorised Gas Testing?
Dalam Training Authorised Gas Testing, peserta mengenal prinsip dasar pengujian gas sekaligus kondisi yang perlu diperhatikan saat melakukan pemeriksaan. Materinya berkaitan dengan prosedur gas testing, teori pembakaran, karakteristik campuran gas, serta penggunaan alat deteksi gas portabel.
Salah satu pembahasannya adalah gas mudah terbakar. Peserta akan mengenal Lower Explosive Limit (LEL), Upper Explosive Limit (UEL), rentang ledakan, hingga karakteristik beberapa jenis gas yang umum ditemukan di lingkungan kerja.
Gas beracun juga mendapat perhatian khusus. Materinya mencakup workplace exposure limit (WEL), hidrogen sulfida atau H₂S, efek paparan, asphyxiants, penggunaan PPE, serta cara mendeteksi gas berbahaya.
Mengenal Peralatan Gas Detector
Alat yang digunakan untuk mendeteksi gas memiliki karakteristik dan keterbatasan masing-masing. Peserta Training Authorised Gas Testing akan mempelajari jenis portable gas detector, prinsip kerja catalytic detector dan infrared (IR) detector, metode sampling, serta pemeriksaan dasar sebelum alat digunakan.
Materi juga membahas faktor yang dapat memengaruhi hasil pembacaan. Suhu, lingkungan kerja, pergerakan udara, hingga kondisi atmosfer tertentu dapat memengaruhi proses pengukuran.
Gas Testing dan Permit to Work
Pengujian gas tidak berdiri sendiri. Dalam kegiatan kerja tertentu, pemeriksaan gas berkaitan dengan sistem Permit to Work. Peserta mempelajari proses initial gas test, repeat gas test, continuous gas monitoring, serta validitas hasil pengujian.
Pembahasan juga mencakup area berbahaya seperti Zone 0, Zone 1, dan Zone 2. Ada pula materi praktik terkait pergerakan udara, aliran HVAC, evaluasi hasil pengujian, serta tindakan ketika terdapat dugaan kebocoran gas.
Studi kasus dari kejadian nyata turut digunakan untuk membantu peserta memahami bagaimana kesalahan dalam pengelolaan gas dapat berujung pada insiden.
Siapa yang Perlu Mengikuti Training Authorised Gas Testing?
Pelatihan ini sesuai bagi personel yang terlibat dalam aktivitas gas testing, calon authorised gas tester, maupun pekerja yang membutuhkan pemahaman mengenai praktik pengujian gas.
Mairodi Training menyelenggarakan pelatihan ini selama 4 hari. Biaya kelas online sebesar Rp6.500.000. Untuk kelas offline di Bandung, biaya normal Rp8.500.000, early bird Rp8.250.000 dengan pembayaran satu minggu sebelumnya, dan Rp7.950.000 per peserta untuk pendaftaran grup minimal tiga peserta.
Peserta mendapatkan modul soft file, sertifikat pelatihan/attendance dari PT Mairodi Mandiri Sejahtera, instruktur qualified, T-shirt, goody bag, ATK, ruang training ber-AC dengan multimedia, coffee break dua kali, dan lunch satu kali per hari.
Pilihan Training Lain di Mairodi Training
Kebutuhan pelatihan di bidang K3 dan HSE dapat berbeda sesuai aktivitas perusahaan. Selain Training Authorised Gas Testing, Mairodi Training menyediakan Training Amdal, Training Applied Ergonomics at Workplace, dan Training Basic Surface Safety System.
Jika perusahaan membutuhkan peningkatan kompetensi personel terkait keselamatan kerja dan pengelolaan risiko, informasi jadwal dan pendaftaran training dapat dikonsultasikan bersama Mairodi Training.

